Bawaslu Lebong Ikuti Bedah Buku Nasional
|
LEBONGKAB.BAWASLU.Go.ID – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lebong, Renaldo Saputro, S.Sos, bersama staf mengikuti kegiatan bedah buku Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar yang di gelar oleh Bawaslu bersama KPPD (Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi) secra Luring dan Daring melalui Zoom Meeting. Kamis, 14 Agustus 2025
Kegiatan bedah buku ini merupakan bagian dari rangkaian Konsolidasi Nasional Media Massa menjelang Pemilu dan Pilkada Serentak kedepan. Buku yang ditulis oleh jurnalis senior Rusdiyono dari Info Indonesia ini hadir sebagai refleksi kritis dan dokumentasi atas dinamika pelaksanaan Pemilu serentak terbesar dalam sejarah demokrasi dunia. Melalui narasi yang kuat dan berdasarkan pengalaman langsung di lapangan, buku ini menyuguhkan 16 sub-judul yang merangkum perjalanan penulis saat diundang sebagai narasumber dalam dua forum Konsolidasi Media Nasional oleh Bawaslu RI.
Partisipasi aktif Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat lembaga pengawas pemilu daerah dalam memperkuat sinergi dengan media massa. Ketua Bawaslu Bengkulu Selatan, Sahran, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk belajar dari pengalaman daerah lain dalam membangun kemitraan strategis antara Bawaslu dan media, guna menciptakan ruang informasi publik yang transparan dan bertanggung jawab.
Bedah buku ini tidak hanya menjadi ruang diskusi tentang isi karya Rusdiyono, tetapi juga sebagai sarana konsolidasi antara Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPD) dengan Bawaslu di seluruh tingkatan. Salah satu poin penting yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah perlunya sinergi antara media nasional dan lokal untuk memberikan pencerdasan politik kepada masyarakat, sekaligus menjaga integritas proses pemilu.
Dian Dewi P dari Harian Kompas turut memberikan materi dalam bedah buku ini dengan topik Evaluasi dan Proyeksi Masa Depan Pengawasan Pemilu. Ia menyoroti berbagai paradoks dalam pelaksanaan pemilu, seperti menurunnya jumlah pelanggaran secara kuantitatif namun meningkatnya pelanggaran etik, yang menimbulkan pertanyaan soal kualitas SDM pengawas ad hoc dan efektivitas regulasi yang ada.
Dalam paparannya, Dian juga menegaskan bahwa masyarakat berharap pengawasan pemilu mampu berkembang secara kualitas, tidak hanya sekadar formalitas administratif. Menurutnya, hanya dengan pengawasan yang kuat dan bermutu, pemilu dapat melahirkan pemimpin yang berintegritas dan demokrasi yang lebih substantif.
Buku Catatan Jurnalis Pemilu juga menyoroti bagaimana keterbukaan informasi antara Bawaslu daerah dengan media menjadi kunci terciptanya kepercayaan publik. Dalam pengalamannya di Provinsi Bengkulu dan Maluku Utara, penulis menemukan bahwa kolaborasi aktif dengan media mampu mendorong efektivitas pengawasan sekaligus membangun literasi politik masyarakat.
Kegiatan ini menegaskan bahwa media bukan hanya menjadi sarana penyebar informasi, tetapi juga mitra strategis dalam pengawasan pemilu. Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi mengajak semua pihak, terutama media lokal, untuk belajar dari praktik baik seperti yang dilakukan Jaringan Jurnalis Pemilu Daerah (JJPD) di Sumatera Barat yang dapat dijadikan role model untuk kolaborasi berkelanjutan.
- Penulis: Angger Saputra
- Editor: Renaldo Saputro